Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Membiasaan Diri Menjadi Pengusaha Muda sejak Dini

Cara Menjadi Pengusaha Muda Sukses ini bukanlah cara mutlak, ini lebih ke usaha.. atau kita berusaha dari beberapa poin pembelajaran yang kita dapatkan dari berbagai referensi..


Logika Materi Bisnis


Tiap orang pun pemahaman dan penanganannya berbeda - beda, jadi artikel ini juga tidak menjamin anda bisa sukses, tetapi setidaknya beberapa poin dapat membantu, untuk pengingat saya sendiri, maupun sobat yang tidak sengaja mampir di artikel bisnis ini.


Langsung aja ke materi Bisnis!





Bisnisman
Illustrasi 3D oleh R4CProject - Modeling with Blender 3D

-----------



Kemajuan teknologi ini memang membuat jumlah pengusaha muda kian menjamur di Indonesia, tetapi tidak hanya di Indonesia saja, melainkan di berbagai belahan dunia. Bahkan tanpa perlu ijasah tinggi pun, seseorang bisa menjadi pengusaha muda dengan penghasilan fantastis.


Tetapi ternyata untuk menjadi sukses sebagai pengusaha muda, tidaklah mudah... kalo jadi pengusaha muda saja, saya yakin itu akan mudah saja, tinggal anda berjualan barang di usia muda.. udah jadi pengusaha muda. Apalagi jika anda di modalin orang tua.. Nikmat mana yang kau dustakan..


Tapi Apakah berhasil atau tidak? Itulah yang jadi pointnya..



Banyak pengusaha muda gampang tergiur dengan iming - iming investasi yang menghasilkan duit dengan cepat, tetapi perlu diingat, apapun itu investasi yang menghasilkan duit dengan cepat, suatu ketika juga akan dapat menghabiskan duit dengan cepat pula..

Yup! Gak ada yang instan bro... kecuali kau ambil jalan pintas, yang kau tanggung diri akibatnya kelak..


Bagaimana agar tidak tersesat? disini saya mencoba adaptasikan beberapa tips dari beberapa sumber referensi yang saya dapat dari dalam atau luar negeri, berdasarkan versi Inteenbisnis.




1. Fokuslah pada Tujuan!




Banyak sekali waktu yang tebuang jika kita tidak fokus pada tujuan. Walau mungkin kita mendapat keberhasilan... tetapi itu kadang kurang maksimal, karena fokus kita terbagi - bagi dan kekuatan yang kita berikan ke usaha kita "setengah - setengah" sehingga hasilnya pun menjadi kurang fantastis.

Ini saya alami ketika saya begitu ingin langsung buka banyak usaha, yang ternyata suatu ketika mencapai titik pusing ketika order A -B -C dalam satu waktu, dan menyebabkan terjadinya penolakan karena keterbatasan kemampuan.

Memang, sisi positifnya saya bisa memahami pasar lebih luas dari beberapa bidang usaha, tetapi jikalau saya lebih fokus dan objektif... atau mencoba untuk menjadikan satu bisnis dulu sampai bisa otomatis..

Maka itu akan lebih baik... karena kekuatan kita dalam bisnis tersebut tidak setengah - setengah, melainkan "penuh!", kita juga menjadi lebih mudah dalam mengerjakan, karena tidak melulu harus SWITCH!

dimana untuk switch tersebut, kita memerlukan jeda untuk beradaptasi lagi...



2. Guru itu Perlu


 

Jujur saja, kebanyakan guru saya itu virtual, dan jarang bertatap muka atau melakukan hubungan konsultasi yang intens, saya lebih melakukan explore dan mendapatkan guru - guru virtual walaupun gak kenal dan usaha saling mengenal.. hanya mengambil hal - hal baik yang sesuai dengan prinsip, dan silent reader...

Tetapi ternyata memang Mentor yang nyata itu perlu, terlebih untuk keberlangsungan bisnis, karena secara tidak langsung itu membukakan koneksi ke jaringan bisnis yang sedang kita geluti.

Ketika kita memiliki mentor, perjalanan kita rasanya tidak akan terasa sendirian.. jadi seperti ada yang memandu..

Tetapi, untuk mendapatkan mentor yang benar - benar tulus itu juga enggak mudah..
Karena kadang juga ada udang dibalik batu..

Makannya hal itu yang membuat saya lebih explore sendiri..

Jika anda mendapatkan mentor yang benar benar tulus terhadap anda, pertahanin deh, karena itu berharga untuk anda.

Bagaimana mengukur mentor tulus atau kagak, anda harus masuk dulu dalam kehidupannya dan dari situ anda dapat menganalisa sendiri.. jadi tidak bisa subjektif dari perkataan orang..


Lah bang? berarti ikut kursus dulu..? enggak, saya enggak bilang gitu.. runyam juga untuk mengetahui sifat orang dengan harus daftar satu persatu.. berapa uang dihabiskan? anda tidak perlu juga melakukan hal semacam itu. Ikutlah kursus sesuai dengan bisnis anda.. jadi anda tidak rugi dong.., karena biasanya itu ada jaminan..


Maksud saya disini adalah, proses pengenalan yang tidak instan...

Bahkan tidak hanya mengenal mentor saja, untuk mengenal siapa sebenarnya seseorang, entah itu rekan bisnis maupun teman kita, maka kita perlu waktu...


Saya sudah praktekkan juga hal ini, dan biasanya ini saya gunakan untuk "stay.. or leave"

Walaupun kita masih menjaga silaturahim, tetapi untuk skala prioritas, bisa kita kesampingkan...


Jadi...


Anda harus benar benar mengenalnya, sehingga anda benar - benar tau seperti apa dia, bagaimana caranya, bagaimana pandangannya dengan bisnis.. apakah ia menghalalkan segala macam cara atau berhati hati dalam memulai usaha..? dan masih banyak lainnya.

Stay or Leave.. itu pilihan anda.


Setiap keputusan, ada ditangan anda...






3. Hargai diri anda



Menjadi pengusaha itu merupakan proses yang melelahkan sob, anda perlu memberikan waktu untuk diri anda sendiri rileks, sehingga anda bisa menjadi lebih fresh dan dapat dengan mudah memunculkan ide baru atau menyelesaikan permasalahan yang rumit.




4. Gunakan media pemasaran yang sesuai



Jangan memaksakan iklan di tempat berbayar, jika budget anda terbatas. Alih - alih anda bisa menggunakan Media - media gratis, misalnya anda ngeblog, anda menggunakan sosial media, anda posting konten, sehingga dapat menumbuhkan engagement terhadap bisnis anda secara alami.

Tetapi jika memang budget anda ada dan keuangan terkontrol dengan baik, dengan memasang iklan tertarget seperti Google Ads, Facebook Ads,  atau bahkan TV dan Radio, akan lebih cepat memperkenalkan bisnis anda..

Tentu anda harus mempersiapkan materi iklan dengan matang, jangan sampai budget anda terbuang sia - sia karena copywriting yang tidak menjual.



5. Jaga sikap



Bahkan Mentor pun akan ogah me mentori kalian jika kalian sebagai pengusaha muda itu sombong, angkuh dan apalagi seenaknya sendiri.

Apalagi memang hal yang paling memilukan adalah, ketika sumber informasi semakin mudah dan pengetahuan makin tersebar, sikap menghargai itu "hilang"

Ini sering terjadi ketika materi begitu melimpah ruah, ia seakan sombong dan merendahkan orang lain.. bahkan walau itu gurunya di sekolah..

Astaghfirullah..

Ingat, tak selamanya LANGIT BERWARNA CERAH, tak selamanya CUACA BEGITU DINGIN... roda akan selalu berputar..


Saya sarankan buat pengusaha muda.. "Ketika anda dapat menjaga sikap anda, menghargai sesama...rasakanlah manfaatnya"



6. Pengelolaan Waktu



Ini penting banget persoalan manajemen waktu, sebenarnya ini berlaku juga untuk berbagai aspek kehidupan bro...jadi kita perlu menentukan prioritas, mana yang penting mana yang belum terlalu penting, mana yang iya dan mana yang tidak..

Misalnya, ada info seminar.. ternyata tidak terlalu relate dengan bisnis anda.. ya, kita perlu memaksakan untuk ikut.

Perencanaan dan persiapan dalam hal Manajemen waktu itu sangat penting.

Buatlah notes  untuk menentukan skala prioritas yang ingin anda kerjakan.. setelah itu lakukanlah..



7. Punya Prinsip



Anda perlu mempunyai prinsip, sehingga permasalahan anda tidak melebar kemana - mana..

Ingat, selalu ada dampak dari pilihan yang anda ambil, tinggal itu dampak baik atau buruk.

Maka sebagai pengusaha muda, anda perlu memperhatikan hal ini, anda berhak menolak, jika memang tidak baik untuk usaha anda..

Saya tekankan lagi.... Ingat, selalu ada dampak dari pilihan yang anda ambil, tinggal itu dampak baik atau buruk..


Anda bisa melakukan penolakan secara halus, sehingga tidak melukai hati orang yang memberikan tawaran kepada anda..



8. Lakukan apa yang anda cintai



Ketika anda berbisnis sesuai dengan minat anda, maka itu akan lebih enjoy dan ringan, karena anda memang benar benar menyukainya.

Tidak semata - mata tergiur dengan hasil yang orang lain dapat dari role bisnis yang mereka pamerkan telah mengahsilkan banyak uang.

Tiap orang punya pintu rejekinya masing - masing.. ketika kita tergiur sana sini, maka ini akan mengacaukan fokus anda, sehingga seperti yang saya bilang di poin sebelumnya.. ini akan membuat anda menjadi setengah setengah dan tidak menghasilkan secara maksimal.

"Rumput tetangga lebih subur?" mungkin ini yang dapat menggambarkan situasi tersebut..

Ketika anda masih beranggapan bahwa rumput tetangga lebih subur... berarti anda belum mencintai diri anda sendiri..


Yuks, mulailah bisnis dari sesuatu yang memang anda minati, karena itu akan menghantarkan anda sebagai pengusaha professional dan menjadi spesialisasi anda.

"Tiap orang sudah memiliki pintu rejekinya masing masing" kita tak pernah tau usaha yang dia lakukan, bagaimana yang ia tempuh sampai mencapai titik kesuksesan tersebut, bisa jadi dia juga hinggap sana hinggap sini, lalu akhirnya sadar, bahwa "hal terpenting dalam menjadikan sebuah bisnis adalah benar benar menyatu dengan bisnis tersebut, kita benar benar menyukai mengerjakannya tanpa paksaan"

Pada artikel ini.. anda bisa langsung berpikir, sebenarnya bidang apa yang benar benar anda minati.. lakukan, kerjakan dan tekuni1






Penutup Artikel Menjadi Pengusaha Muda Sukses



Sekian bahasan bisnis kali ini, beberapa dari pengalaman pribadi, kadang dari sesuatu yang disesali,  silahkan save kalo mau di save, ambil manfaatnya, saya juga tidak jauh dari yang namanya kesalahan... jadi saya mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyampaian..

Ambillah yang bermanfaat dari artikel saya, dan jangan ikuti jika memang itu tidak baik atau membingungkan untuk anda..



 

 

 

 





Salam Bisnis


Ziza-RED

 

 

 



Posting Komentar untuk "Cara Membiasaan Diri Menjadi Pengusaha Muda sejak Dini"



InteenBisnis RahmanCyber
Cari Referensi Bisnis ya di InteenBisnis
https://inteenbisnis.rahmancyber.net
Bisnis Online - Trik Bisnis - Cari Uang Mudah








InteenBisnis merupakan platform review bisnis online sebagai referensi... mengapa?
karena setiap aplikasi yang diangkat untuk dijadikan artikel di
InteenBisnis, telah dipraktekkan sebelumnya oleh penulis artikel, dan disini kitapun juga terbuka, jika aplikasi tersebut mengandung scam/kemungkinan scam/penipuan... maka akan kita tulis sesuai dengan apa yang dialami penulis. Tidak semua artikel terdapat bukti pembayaran... hanya artikel dari bisnis online yang telah terbukti membayar saja yang kita sertakan bukti pembayaran sebagai pendukung kebenaran dalam

setiap aplikasi yang telah kita coba dan praktekkan sebelumnya.

Salam
RahmanCyber Network





Berlangganan via Email