Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenapa Saya Mulai Masuk Pasar Saham? Ini Ceritanya!

Sebelumnya saya sudah membahas "Beragam Jenis Instrument Investasi yang ada di Indonesia" anda bisa melihatnya di tautan tersebut. Kali ini saya akan menceritakan kepada anda, kenapa saya masuk ke pasar saham ini. Yups! kali ini saya fokus ke SAHAM.  Jelas ketika anda membaca artikel "Beragam Jenis Investasi" diatas, salah satu triger yang cukup bisa saya jadikan alasan adalah Inflasi, sedangkan alasan saya masuk ke pasar saham ini selain alasan investasi diatas, saya ingin mempelajari model perusahaan terbuka di Indonesia, dan tentu tidak hanya itu saja alasan saya masuk, ada banyak lagi.. dan beberapa berkaitan dengan prinsip dan penelitian yang saya lakukan secara sukarela.


investasi saham
invest



Sebenarnya ketika saya mau masuk ke sesuatu yang baru, biasanya saya tidak akan langsung masuk begitu saja mengikuti a,b,c dan seterusnya. Saya harus memiliki alasan kuat untuk itu, karena saya sendiri sangat paham, uang dingin saya sangat terbatas. 

Yang jelas, saya bukanlah pengikut, dan disini, mungkin di beberapa pembahasan kedepan, saya tidak ingin anda menjadi pengikut saya yang ketika saya tunjukkan A, ikutan A, tunjukkan B, ikutan B, dst karena itu juga tidak ada untungnya bagi saya.

Saya katakan Pasar Saham Ini merupakan Instrument Investasi yang Cukup Beresiko, kenapa? ada satu hal Inti yang dari dulu sampai sekarang pandangan tentang saham itu tidak berubah, yaitu resiko ketika perusahaan terbuka yang tercatat di bursa efek atau biasa disebut emiten itu bangkrut. Oke walaupun semua perdagangan Saham di Indonesia ini berada di kekuasaan BEI / Bursa Efek Indonesia.

Tetapi saya penasaran Jika emiten (perusahaan tercatat) bangkrut atau diputus pailit oleh Pengadilan Niaga, apa yang dilakukan BEI? saya mencoba mencari artikel yang ngebahas itu, berikut referensi yang anda bisa buka sendiri juga :
https://www.bions.id/edukasi/saham/delisting-saham-dampak-dan-solusinya
https://emtrade.id/blog/8588/jika-emiten-bangkrut-bagaimana-nasib-investor
https://www.hukumonline.com/klinik/a/hak-pemegang-saham-saat-perusahaan-jatuh-pailit-lt625e8362e28d2/
https://jurnal.uns.ac.id/privatlaw/article/download/39329/25926


Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah-langkah prosedural untuk melindungi investor sesuai peraturan pasar modal.Berikut adalah tindakan BEI untuk menjaga hak investor:

  • Suspensi Saham (Penghentian Sementara): BEI segera melakukan suspensi atau penghentian perdagangan saham emiten terkait untuk mencegah kepanikan jual dan lonjakan kerugian investor yang lebih dalam.

  • Forced Delisting (Hapus Pencatatan Paksa): Jika emiten terbukti pailit dan tidak mampu bangkit, BEI akan melakukan forced delisting (penghapusan saham dari bursa). Sebelum efektif, BEI biasanya memberikan peringatan agar emiten melakukan buyback (pembelian kembali) saham dari publik, seperti yang direncanakan untuk 18 emiten yang akan delisting pada November 2026.

  • Transparansi Informasi: BEI mewajibkan emiten memberikan keterbukaan informasi mengenai kondisi keuangan dan pailitnya perusahaan, sehingga investor memiliki dasar untuk bertindak, terutama dalam rangka pelaksanaan buyback.

  • Pengamanan Aset melalui KSEI: Meskipun saham tidak bisa diperdagangkan, bukti kepemilikan saham investor tetap aman tersimpan di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan tidak hilang, meski nilainya berpotensi mendekati nol.

  • Prosedur Likuidasi: BEI memastikan emiten mengikuti prosedur hukum. Jika ada sisa harta hasil penjualan aset (likuidasi) oleh kurator, pemegang saham berhak atas sisa tersebut, meskipun secara hierarki berada di urutan paling akhir setelah kreditur.Catatan Penting (Risiko Investor):Secara hukum, hak investor saham berada di urutan terakhir dalam proses likuidasi. Jika aset perusahaan lebih kecil dari utangnya (pailit total), investor berisiko mengalami capital loss total (saham tidak bernilai).

Itu beberapa poin yang mungkin dilakukan, yups! hak Investor berada di urutan terakhir. Maka dari itu, saya sendiri cukup berhati - hati. 


BEI disini merupakan penjaga kesehatan pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah satu-satunya penyelenggara perdagangan efek, termasuk saham, obligasi, dan reksa dana di Indonesia, yang memfasilitasi transaksi aman melalui infrastruktur. BEI mempertemukan penjual dan pembeli saham melalui sistem JATS Next-G yang diawasi, memastikan legalitas transaksi melalui rekening RDN

Poin Kunci Perdagangan Saham di BEI:
  • Peran: BEI menyediakan tempat dan sistem resmi (JATS) untuk transaksi saham.
  • Waktu Operasional: Sesi I (09.00-12.00 WIB) dan Sesi II (13.30-16.00 WIB) pada hari kerja.
  • Sektor: Saham di BEI diklasifikasikan ke dalam 9 sektor industri. Klasifikasi ini berdasarkan klasifikasi lama (sebelum IDX-IC 2021) terdiri dari Pertanian, Pertambangan, Industri Dasar & Kimia, Aneka Industri, Barang Konsumsi, Properti & Real Estate, Infrastruktur, Keuangan, serta Perdagangan, Jasa & Investasi.
  • Akses: Investor menggunakan perusahaan sekuritas untuk bertransaksi di BEI.Informasi: Ringkasan data perdagangan dapat diakses melalui situs resmi IDX.

9 Sektor tersebut jika saya rincikan bisa seperti ini sebagai referensi bagi yang memulai :

  • Pertanian (Agriculture): Meliputi tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan.
  • Pertambangan (Mining): Batubara, minyak & gas, serta pertambangan logam/mineral.
  • Industri Dasar & Kimia (Basic Industry & Chemicals): Semen, keramik, logam, kimia, plastik, dan pulp/kertas.
  • Aneka Industri (Miscellaneous Industry): Mesin, otomotif, tekstil, kabel, dan elektronik.
  • Barang Konsumsi (Consumer Goods Industry): Makanan & minuman, rokok, farmasi, kosmetik, dan alat rumah tangga.
  • Properti, Real Estat, & Konstruksi Bangunan (Property, Real Estate, & Building Construction): Perumahan, perkantoran, dan konstruksi.
  • Infrastruktur, Utilitas, & Transportasi (Infrastructure, Utilities, & Transportation): Energi, jalan tol, pelabuhan, telekomunikasi, dan transportasi.
  • Keuangan (Finance): Bank, lembaga pembiayaan, perusahaan efek, dan asuransi.
  • Perdagangan, Jasa, & Investasi (Trade, Services, & Investment): Grosir/eceran, restoran, hotel, media, dan kesehatan

Sebenarnya saya sudah mempertimbangkan ini bertahun tahun, sampai mencari berbagai referensi dan terutama tentang berbagai kajian tentang itu. Sampai saya mendapatkan pertimbangan yang timbul dari berbagai referensi yang saya simak dan pelajari, saya masuk dengan beberapa syarat yang ditentukan diri bagian diri saya. Sedangkan sebagian diri saya yang lain sebenarnya sangat menikmati permainan semacam ini dimana permainan jual beli yang jika tidak ada rem di diri saya yang satunya, maka mungkin saya sudah memulainya bertahun tahun yang lalu.

Yups, mungkin agak gimana gitu ya, tetapi tiap orang memiliki pribadinya masing masing, dan disini bukan berarti saya menyuruh anda melakukan hal yang sama, ingatlah, tiap orang memiliki pilihannya masing masing. Kita sebagai manusia, pada dasarnya dihadapkan pada pilihan, dan tiap orang menanggung pilihannya masing masing.

Sehingga, disini pun saya tidak bisa bebas.. ada aturan yang itu melebihi aturan dari BEI sekalipun yang ditujukan ke investor.

Saya tidak bisa menunjukkannya kepada anda, tetapi anda yang memiliki kendali sepenuhnya atas diri anda, saran saya.. anda harus berpikir dalam sebelum memulai permainan.

Lantas, Jangan pernah bertanya tentang benar dan salah terhadap orang lain kepada saya, itu bukan kapasitas saya menjawabnya. Saya hanyalah manusia biasa, sama seperti anda semua. Yang jelas disini saya membagikan pengalaman bukan menyuruh anda mengikuti saya. Oke! Clear ya...

Why? Ini sangat beresiko, bukan hanya beresiko dalam segi value, melainkan banyak hal di beragam aspek, tetapi permainan ekonomi ini dibuat oleh pemerintah Indonesia melalui lembaganya.

Sehingga, saya ingin mencobanya dengan cara saya. 


Terlepas dari itu semua, ternyata Indeks Saham tersebut juga berperan dalam perekonomian Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan barometer utama kesehatan pasar modal dan cermin kondisi ekonomi nasional bagi Indonesia. Pentingnya IHSG mencakup peran sebagai indikator pertumbuhan ekonomi, tolok ukur kinerja portofolio investor, serta acuan sentimen pasar untuk keputusan investasi (beli/jual). Tanpa IHSG, pemerintah dan analis akan kesulitan mengukur sentimen pasar secara instan. IHSG berfungsi sebagai barometer; jika indeks ini tidak ada, kita kehilangan sinyal dini mengenai krisis atau pertumbuhan ekonomi.

Tetapi Walau demikian, IHSG hanya memuat perusahaan privat swasta maupun pemerintah yang sudah melantai di bursa dan sudah menjadi perusahaan publik (emiten), sedangkan PERUSAHAAN TERTUTUP yang sahamnya dimiliki oleh segelintir orang (keluarga atau pendiri) atau beberapa orang dalam kelompoknya dan tidak dijual bebas di bursa saham, itu tidak termasuk dalam hitungan IHSG.

Artinya :) Jika sebuah perusahaan tertutup (privat murni) meraup keuntungan luar biasa, hal tersebut tidak akan tercermin dalam angka IHSG. IHSG murni hanya melacak harga saham perusahaan yang sudah "terbuka" dan terdaftar di bursa (emiten). 

Tetapi walaupun demikian, Pemerintah melalui Badan Pusat Statistik atau BPS, memiliki semacam indeks yang dinamakan Produk Domestik Bruto (PDB) dalam bahasa inggris biasa disebut GDP (Gross Domestic Product) merupakan "indeks" paling utama yang mencakup seluruh unit usaha di Indonesia. Menghitung total nilai tambah yang dihasilkan oleh semua sektor (pertanian, industri, jasa, dll.), baik dari perusahaan Tbk maupun perusahaan tertutup/keluarga.

Itu artinya Jika perusahaan tertutup untung banyak atau rugi banyak, angka PDB-lah yang akan meningkat dan menurun.






Ada banyak sekali hal yang ilmu saya juga masih sebutir debu, jadi masih banyak hal yang perlu digali secara langsung menjadi pengalaman.

Lalu Kenapa Saya Mulai Masuk Pasar Saham? Ya itu diatas beberapa alasaannya, selain saya juga mengikuti intuisi saya ditengah situasi perekonomian, dan saya juga bukan anak kecil lagi.

Jika ada kesalahan dalam penyampaian, silahkan saya diberi koreksi di kolom komentar. Thanks






Regard,
SR.K




Posting Komentar untuk "Kenapa Saya Mulai Masuk Pasar Saham? Ini Ceritanya!"



InteenBisnis RahmanCyber
Cari Referensi Bisnis ya di InteenBisnis
https://inteenbisnis.rahmancyber.net
Bisnis Online - Trik Bisnis - Cari Uang Mudah








InteenBisnis merupakan platform review bisnis online sebagai referensi... mengapa?
karena setiap aplikasi yang diangkat untuk dijadikan artikel di
InteenBisnis, telah dipraktekkan sebelumnya oleh penulis artikel, dan disini kitapun juga terbuka, jika aplikasi tersebut mengandung scam/kemungkinan scam/penipuan... maka akan kita tulis sesuai dengan apa yang dialami penulis. Tidak semua artikel terdapat bukti pembayaran... hanya artikel dari bisnis online yang telah terbukti membayar saja yang kita sertakan bukti pembayaran sebagai pendukung kebenaran dalam

setiap aplikasi yang telah kita coba dan praktekkan sebelumnya.

Salam
RahmanCyber Network